Analisa Ruwa Jurai — Lampung
Business Insight · PT Sentra Masjid Indonesia · Q3 2026 Project Development

Analisa Pasar Karpet Ruwa Jurai
Wilayah Lampung

Deep-dive per kabupaten, segmen & channel, warna & motif, dan cabang SM — cakupan data SM Pusat & SM Karang (2 cabang yang secara operasional menaungi wilayah Lampung), sebagai dasar strategi pencapaian target Fast Track Lampung 1.000 roll (≈30.000 meter) di Q3 2026. Periode data: 2025-01-01 s.d. 2026-06-27.

13.108 m
Total volume terjual (18 bulan)
Rp 3.806.922.360
Total omzet Ruwa Jurai (Lampung)
454
Total transaksi
369
Customer unik
94.7%
Share Lampung dari total penjualan SM Pusat+Karang

1. Tren Bulanan & Seasonality

Volume penjualan Ruwa Jurai di Lampung Jan 2025 – Jun 2026, untuk memetakan pola musiman dan posisi Q3 2026 (Jul–Sep) dalam siklus permintaan.

Temuan kunci — Q3 adalah titik terendah siklus tahunan, DAN target 30.000 m jauh melampaui rekor tertinggi historis. Q1 2025 (Jan–Mar) mencatat volume 3.842 m — puncak musiman menjelang Ramadan. Q3 2025 (Jul–Sep) hanya 959 m, atau ±25% dari volume Q1. Pola berulang setiap tahun: lonjakan Jan–Mar, lalu turun tajam Apr–Des.

Dengan target "1.000 roll" dikonversi 1 roll = 30 m, maka target Q3 2026 = 30.000 meter (±2.308 m/minggu). Ini 31x lipat dari volume Q3 2025 (titik terendah), dan 6.8x lipat dari kuartal terbaik yang pernah dicapai SM Pusat+Karang sepanjang 18 bulan data ini (Q1, 4.444 m). Rata-rata bulanan sepanjang periode observasi pun hanya 728 m — jauh di bawah kebutuhan 10.000 m/bulan.

Kesimpulan jujur: target ini tidak realistis dicapai lewat channel ritel/organik yang selama ini berjalan (RO, iklan digital, walk-in masjid perorangan) — polanya sudah stabil di kisaran 700–1.000 m/bulan, bahkan di puncak musim sekalipun. Mencapai 30.000 m di satu kuartal kemungkinan besar membutuhkan 1–2 proyek besar/institusional (mis. proyek renovasi masjid skala provinsi, program wakaf massal, atau tender pengadaan pemerintah/CSR), bukan akumulasi transaksi ritel harian. Lihat Rekomendasi Strategis untuk opsi konkret.

2. Analisa Per Kabupaten

Jumlah masjid terpasang (customer unik yang sudah closing) per kabupaten/kota di Provinsi Lampung — tabel di samping menampilkan detail volume, omzet, dan transaksi.

KabupatenVolumeOmzetTrxCustAvg/Trx
Kota Bandar Lampung 3.534 m Rp 1.062.476.000 130 109 Rp 8.172.892
Lampung Selatan 2.247 m Rp 660.419.360 97 79 Rp 6.808.447
Pringsewu 2.001 m Rp 525.952.000 35 23 Rp 15.027.200
Tanggamus 796 m Rp 224.950.000 26 23 Rp 8.651.923
Lampung Barat 693 m Rp 218.600.000 23 20 Rp 9.504.348
Lampung Utara 755 m Rp 204.000.000 22 19 Rp 9.272.727
Pesawaran 634 m Rp 196.105.000 26 26 Rp 7.542.500
Lampung Tengah 676 m Rp 184.270.000 25 23 Rp 7.370.800
Way Kanan 533 m Rp 156.980.000 16 10 Rp 9.811.250
Kota Bandar Lampung * 394 m Rp 118.165.000 22 20 Rp 5.371.136
Tulang Bawang 285 m Rp 82.040.000 9 7 Rp 9.115.556
Kota Metro 232 m Rp 68.300.000 5 4 Rp 13.660.000
Pesisir Barat 174 m Rp 55.090.000 8 6 Rp 6.886.250
Lampung Timur 108 m Rp 36.100.000 6 6 Rp 6.016.667
Tulang Bawang Barat 46 m Rp 13.475.000 4 4 Rp 3.368.750
Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pringsewu adalah 3 kontributor terbesar (59% dari total omzet Lampung). Menariknya, Pringsewu punya rata-rata nilai transaksi tertinggi (Rp 15.027.200/transaksi dari hanya 35 transaksi) — indikasi pembelian dalam volume besar per masjid, cocok untuk pendekatan silaturahmi/kanvasing terarah dibanding iklan digital yang menyebar tipis.

Sebaliknya, Tulang Bawang Barat, Pesisir Barat, dan Kota Metro masih sangat tipis penetrasinya (<5 transaksi tiap wilayah) — kandidat kuat untuk uji coba kanvasing/silaturahmi baru sesuai Guideline Activity Kuartal 3.

* Kabupaten diestimasi dari nama cabang SM (SM Pusat/SM Karang) untuk baris data tanpa alamat lengkap — perlu validasi manual jika dipakai untuk keputusan lokasi presisi.

3. Perilaku Pasar & Peta Prioritas Penetrasi per Kabupaten

Setiap kabupaten dipetakan berdasarkan jumlah masjid (bukan populasi) vs tingkat penetrasi — persentase masjid yang sudah closing beli Ruwa Jurai ("masjid terpasang") dari total masjid yang ada di kabupaten itu.

Basis Utama (Kota Bandar Lampung) Perkuat & Perdalam Prioritas Utama (Whitespace) Ceruk Mapan Prioritas Rendah
Metodologi masjid: jumlah masjid untuk Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan memakai data resmi SIMAS Kemenag. 12 kabupaten/kota lainnya memakai estimasi = populasi × rasio masjid/1.000 penduduk provinsi (1.32, dihitung dari rata-rata 3 kabupaten dengan data resmi). "Masjid terpasang" = jumlah customer unik yang sudah closing dalam data faktur 18 bulan ini — proxy jumlah masjid yang sudah pakai Ruwa Jurai, bukan hitungan resmi terverifikasi ke lapangan.
Temuan paling penting: dua kabupaten dengan masjid TERBANYAK di Lampung justru penetrasinya PALING RENDAH. Lampung Timur punya 1.525 masjid (data resmi) tapi baru 0.39% yang terpasang — dari 6 masjid closing dalam 18 bulan. Lampung Tengah malah lebih parah secara relatif: 1.822 masjid (terbanyak se-provinsi) tapi penetrasinya cuma 1.26%. Kedua kabupaten ini adalah whitespace terbesar secara absolut — potensi masjid yang belum tergarap di sana saja lebih besar dari total masjid di banyak kabupaten lain digabung.

Profil Perilaku per Kabupaten

Kota Bandar Lampung

BASIS UTAMA
1.453 unit (estimasi)Jumlah Masjid
128Masjid Terpasang
8.81%Tingkat Penetrasi
1.02 rollAvg Roll/Masjid
Rp 1.180.641.000Omzet
Warna favoritHijau (58%)
Motif favoritPolos (55%)
Segmen dominanPengurus (49%)
Channel dominanRO / Data Lama (41%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-01 s.d. 2026-06-11
UMK 2026Rp 3.491.889 (Di atas UMP)
Tingkat kemiskinan7.37%
Rata-rata/transaksiRp 7.767.375

Lampung Selatan

PERKUAT & PERDALAM
1.396 unit (resmi)Jumlah Masjid
79Masjid Terpasang
5.66%Tingkat Penetrasi
0.95 rollAvg Roll/Masjid
Rp 660.419.360Omzet
Warna favoritHijau (71%)
Motif favoritPolos (58%)
Segmen dominanPengurus (52%)
Channel dominanRO / Data Lama (52%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-07 s.d. 2026-06-22
UMK 2026Rp 3.219.609 (Di atas UMP)
Tingkat kemiskinan12.57% ▲ di atas rata-rata provinsi (10,69%)
Rata-rata/transaksiRp 6.808.447

Pringsewu

CERUK MAPAN
578 unit (estimasi)Jumlah Masjid
23Masjid Terpasang
3.98%Tingkat Penetrasi
2.90 rollAvg Roll/Masjid
Rp 525.952.000Omzet
Warna favoritHijau (89%)
Motif favoritBintik (54%)
Segmen dominanKantor (52%)
Channel dominanRO / Data Lama (59%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-08 s.d. 2026-06-15
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (belum ada dewan pengupahan))
Tingkat kemiskinan8.32%
Rata-rata/transaksiRp 15.027.200

Tanggamus

PERKUAT & PERDALAM
837 unit (estimasi)Jumlah Masjid
23Masjid Terpasang
2.75%Tingkat Penetrasi
1.15 rollAvg Roll/Masjid
Rp 224.950.000Omzet
Warna favoritHijau (76%)
Motif favoritBintik (52%)
Segmen dominanPengurus (78%)
Channel dominanRO / Data Lama (38%)
Transaksi pertama–terakhir2025-02-03 s.d. 2026-06-13
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (belum ada dewan pengupahan))
Tingkat kemiskinan10.28%
Rata-rata/transaksiRp 8.651.923

Lampung Barat

CERUK MAPAN
411 unit (estimasi)Jumlah Masjid
20Masjid Terpasang
4.87%Tingkat Penetrasi
1.16 rollAvg Roll/Masjid
Rp 218.600.000Omzet
Warna favoritMerah (51%)
Motif favoritBintik (50%)
Segmen dominanWakaf (40%)
Channel dominanRO / Data Lama (25%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-10 s.d. 2026-06-27
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (belum ada dewan pengupahan))
Tingkat kemiskinan10.68%
Rata-rata/transaksiRp 9.504.348

Lampung Utara

PERKUAT & PERDALAM
881 unit (estimasi)Jumlah Masjid
19Masjid Terpasang
2.16%Tingkat Penetrasi
1.32 rollAvg Roll/Masjid
Rp 204.000.000Omzet
Warna favoritHijau (68%)
Motif favoritPolos (55%)
Segmen dominanPengurus (81%)
Channel dominanRO / Data Lama (69%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-09 s.d. 2026-06-09
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (diusulkan lebih rendah))
Tingkat kemiskinan16.92% ▲ di atas rata-rata provinsi (10,69%)
Rata-rata/transaksiRp 9.272.727

Pesawaran

PERKUAT & PERDALAM
646 unit (estimasi)Jumlah Masjid
26Masjid Terpasang
4.02%Tingkat Penetrasi
0.81 rollAvg Roll/Masjid
Rp 196.105.000Omzet
Warna favoritHijau (67%)
Motif favoritBintik (62%)
Segmen dominanPengurus (73%)
Channel dominanRO / Data Lama (37%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-14 s.d. 2026-06-10
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (belum ada dewan pengupahan))
Tingkat kemiskinan11.86% ▲ di atas rata-rata provinsi (10,69%)
Rata-rata/transaksiRp 7.542.500

Lampung Tengah

PRIORITAS UTAMA
1.822 unit (resmi)Jumlah Masjid
23Masjid Terpasang
1.26%Tingkat Penetrasi
0.98 rollAvg Roll/Masjid
Rp 184.270.000Omzet
Warna favoritHijau (89%)
Motif favoritPolos (52%)
Segmen dominanPengurus (44%)
Channel dominanRO / Data Lama (52%)
Transaksi pertama–terakhir2025-02-03 s.d. 2026-06-03
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (diusulkan lebih rendah))
Tingkat kemiskinan10.37%
Rata-rata/transaksiRp 7.370.800

Way Kanan

PRIORITAS UTAMA
647 unit (estimasi)Jumlah Masjid
10Masjid Terpasang
1.55%Tingkat Penetrasi
1.78 rollAvg Roll/Masjid
Rp 156.980.000Omzet
Warna favoritHijau (75%)
Motif favoritBintik (64%)
Segmen dominanWakaf (74%)
Channel dominanRO / Data Lama (57%)
Transaksi pertama–terakhir2025-03-23 s.d. 2026-05-14
UMK 2026Rp 3.215.764 (Di atas UMP)
Tingkat kemiskinan10.43%
Rata-rata/transaksiRp 9.811.250

Tulang Bawang

PRIORITAS RENDAH
573 unit (estimasi)Jumlah Masjid
7Masjid Terpasang
1.22%Tingkat Penetrasi
1.36 rollAvg Roll/Masjid
Rp 82.040.000Omzet
Warna favoritHijau (52%)
Motif favoritBintik (93%)
Segmen dominanRekomendasi (52%)
Channel dominanRO / Data Lama (33%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-17 s.d. 2026-06-17
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (tidak mengusulkan))
Tingkat kemiskinan7.88%
Rata-rata/transaksiRp 9.115.556

Kota Metro

PRIORITAS RENDAH
236 unit (estimasi)Jumlah Masjid
4Masjid Terpasang
1.69%Tingkat Penetrasi
1.93 rollAvg Roll/Masjid
Rp 68.300.000Omzet
Warna favoritMerah (93%)
Motif favoritBintik (96%)
Segmen dominanWakaf (44%)
Channel dominanMeta Ads (60%)
Transaksi pertama–terakhir2025-02-02 s.d. 2026-03-04
UMK 2026Rp 3.050.498 (Di atas UMP)
Tingkat kemiskinan6.0%
Rata-rata/transaksiRp 13.660.000

Pesisir Barat

CERUK MAPAN
229 unit (estimasi)Jumlah Masjid
6Masjid Terpasang
2.62%Tingkat Penetrasi
0.97 rollAvg Roll/Masjid
Rp 55.090.000Omzet
Warna favoritHijau (100%)
Motif favoritBintik (83%)
Segmen dominanPengurus (80%)
Channel dominanRO / Data Lama (89%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-03 s.d. 2025-11-21
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (belum ada dewan pengupahan))
Tingkat kemiskinan12.13% ▲ di atas rata-rata provinsi (10,69%)
Rata-rata/transaksiRp 6.886.250

Lampung Timur

PRIORITAS UTAMA
1.525 unit (resmi)Jumlah Masjid
6Masjid Terpasang
0.39%Tingkat Penetrasi
0.60 rollAvg Roll/Masjid
Rp 36.100.000Omzet
Warna favoritHijau (45%)
Motif favoritBintik (55%)
Segmen dominanWakaf (71%)
Channel dominanGoogle Ads (46%)
Transaksi pertama–terakhir2025-02-04 s.d. 2026-05-16
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (diusulkan lebih rendah))
Tingkat kemiskinan13.19% ▲ di atas rata-rata provinsi (10,69%)
Rata-rata/transaksiRp 6.016.667

Tulang Bawang Barat

PRIORITAS RENDAH
406 unit (estimasi)Jumlah Masjid
4Masjid Terpasang
0.99%Tingkat Penetrasi
0.38 rollAvg Roll/Masjid
Rp 13.475.000Omzet
Warna favoritMerah (48%)
Motif favoritBintik (55%)
Segmen dominanWakaf (45%)
Channel dominanGoogle Ads (82%)
Transaksi pertama–terakhir2025-01-27 s.d. 2026-05-12
UMK 2026Rp 3.047.734 (UMP (diusulkan lebih rendah))
Tingkat kemiskinan7.0%
Rata-rata/transaksiRp 3.368.750
Pola perilaku konsisten: segmen Pengurus masjid dan channel RO/Data Lama mendominasi di hampir semua kabupaten yang sudah punya database — artinya pertumbuhan di kabupaten-kabupaten ini sangat bergantung pada repeat order, bukan akuisisi baru. Kabupaten dengan channel dominan Google Ads/Meta Ads (Kota Metro, Tulang Bawang Barat) justru yang paling sedikit datanya — cocok untuk uji coba kanvasing sebagai pembanding.

Rata-rata roll/masjid juga bervariasi tajam (asumsi 1 roll = 30 m): Pringsewu tertinggi dengan 2,9 roll/masjid — masjid di sana rata-rata membeli hampir 3x lebih banyak dari masjid di kabupaten lain, kemungkinan karena ukuran masjid lebih besar atau pembelian borongan multi-ruangan. Sebaliknya, Lampung Timur (0,6) dan Tulang Bawang Barat (0,38) — dua kabupaten whitespace di atas — bahkan masjid yang sudah closing pun ordernya kecil (di bawah 1 roll), menandakan mereka baru coba-coba, belum full-repaint satu masjid. Ini peluang upsell: masjid yang sudah closing kecil di kedua kabupaten ini bisa didekati lagi untuk menambah order ke luasan penuh.

Ekonomi Daerah & Daya Beli per Kabupaten

UMK 2026 (Disnaker Lampung/SK Gubernur) dan tingkat kemiskinan 2024 (BPS) tiap kabupaten, disilangkan dengan tingkat penetrasi Ruwa Jurai — untuk memisahkan whitespace yang murni belum digarap dari whitespace yang memang daya belinya terbatas.

Korelasinya nyata tapi tidak kuat (koefisien korelasi kemiskinan-vs-penetrasi ≈ 0,19; UMK-vs-penetrasi ≈ 0,29 dari 14 kabupaten non-Bandar Lampung) — jadi daya beli bukan penentu tunggal, tapi tetap relevan sebagai salah satu faktor. Dua pembacaan penting:

Lampung Utara (miskin 16,92%, tertinggi se-provinsi) dan Lampung Timur (13,19%) — dua kabupaten dengan kemiskinan tertinggi — sama-sama masuk kelompok penetrasi rendah (2,16% dan 0,39%). Kombinasi masjid banyak + daya beli terbatas ini butuh pendekatan berbeda: skema cicilan/tempo, atau kerja sama wakaf/CSR untuk masjid yang kekurangan dana (persis seperti yang sudah direncanakan di halaman Strategi Marketing).

Lampung Selatan justru pengecualian menarik: kemiskinannya termasuk tinggi (12,57%, urutan ke-3) tapi penetrasinya tertinggi kedua se-provinsi (5,66%) setelah Bandar Lampung. Ini kemungkinan besar karena faktor kedekatan geografis ke Bandar Lampung/basis cabang, bukan daya beli — bukti bahwa jarak & akses tim kanvasing bisa mengalahkan efek keterbatasan ekonomi. Way Kanan (UMK 5 besar tertinggi, kemiskinan sedang) sebaliknya tetap penetrasi rendah (1,55%) meski daya belinya bagus — memperkuat bahwa Way Kanan adalah whitespace murni yang belum digarap, bukan soal ekonomi.

Kalender Panen & Siklus Uang Masuk Petani

Lampung adalah sentra nasional kopi robusta, padi, jagung, dan singkong (39,7% produksi singkong nasional, terbesar di Indonesia). Tiap komoditas punya musim panen — dan musim panen berarti musim uang tunai masuk ke petani, terlepas dari kalender Ramadan.

Temuan penting: Q3 (Jul-Sep) yang selama ini dianggap "lesu total" ternyata justru musim panen kopi robusta di Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan, dan Lampung Utara (puncak Juni-Agustus). Way Kanan — salah satu whitespace kita — kemungkinan besar punya uang tunai paling banyak justru di bulan-bulan yang selama ini kita anggap paling sepi order. Singkong (Lampung Tengah, Timur, Tulang Bawang) juga mulai ramai dikirim ke pabrik tapioka Mei-Oktober, tumpang tindih dengan Q3.

Sebaliknya, puncak omzet historis kita di Jan-Mar tidak hanya soal Ramadan — bulan-bulan itu juga bertepatan dengan panen raya padi & jagung MT1 (Feb-Apr, Jan-Feb) di Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang. Jadi pola musiman yang kita lihat sebenarnya adalah tumpang-tindih dua siklus: kalender Islam (Ramadan) DAN kalender pertanian — keduanya kebetulan searah di Q1, tapi berlawanan arah di Q3 untuk kabupaten berbasis kopi.

Rekomendasi konkret: jangan perlakukan Q3 sebagai "lesu" secara seragam. Untuk Way Kanan, Lampung Barat, dan Tanggamus, jadwalkan kanvasing justru di Juli-Agustus (pasca-panen kopi, uang tunai sedang banyak) — kebalikan dari strategi umum yang menunggu Ramadan. Untuk Lampung Tengah & Lampung Timur (basis singkong/padi/jagung), Mei-Oktober adalah jendela uang tunai dari singkong yang belum pernah dimanfaatkan tim marketing sama sekali.

4. Bedah Kecamatan: Lampung Tengah, Lampung Selatan & Pesawaran

Tiga kabupaten ini dipilih karena masuk kategori whitespace/prioritas tinggi di peta sebelumnya. Tabel di bawah memecah lagi sampai level kecamatan supaya tim roadshow tahu persis titik mana yang harus digarap duluan — bukan cuma "masuk ke Lampung Tengah", tapi kecamatan mana di Lampung Tengah.

Lampung Tengah — 11 dari 28 kecamatan sudah tersentuh

3 kecamatan teratas (omzet): Terbanggi Besar, Kalirejo, Way Pengubuan. Estimasi masjid per kecamatan didistribusikan proporsional dari total masjid kabupaten (1.822 unit) berdasarkan populasi kecamatan (2015). 17 kecamatan lain di Lampung Tengah belum tercatat transaksi sama sekali — tingkat penetrasinya otomatis 0%.

KecamatanEst. MasjidTerpasangPenetrasiOmzetTrxRoll/MasjidWarnaSegmenChannel
Terbanggi Besar 353 7 1.98% Rp 62.600.000 7 1.10 Hijau Agen RO / Data Lama
Kalirejo 200 3 1.5% Rp 27.050.000 5 1.07 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Way Pengubuan 126 1 0.79% Rp 26.520.000 1 3.47 Hijau Wakaf RO / Data Lama
Gunung Sugih 201 1 0.5% Rp 12.500.000 1 1.67 Hijau Pengurus Meta Ads
Seputih Agung 148 1 0.68% Rp 10.000.000 1 1.33 Hijau Rekomendasi None
Seputih Surabaya 140 1 0.71% Rp 9.500.000 1 1.13 Hijau Pengurus None
Punggur 116 1 0.86% Rp 7.500.000 1 1.00 Hijau Agen RO / Data Lama
Bangun Rejo 172 2 1.16% Rp 5.650.000 2 0.35 Hijau Pengurus Meta Ads
Trimurjo 154 2 1.3% Rp 5.000.000 2 0.27 Merah Donatur Meta Ads
Anak Tuha 112 1 0.89% Rp 3.600.000 1 0.40 Merah Pengurus Meta Ads
Kota Gajah 100 1 1.0% Rp 2.450.000 1 0.23 Merah Pengurus Google Ads

Penetrasi terendah (dari kecamatan yang sudah tersentuh): Gunung Sugih (0.5%), Seputih Agung (0.68%), Seputih Surabaya (0.71%).

Lampung Selatan — 11 dari 17 kecamatan sudah tersentuh

3 kecamatan teratas (omzet): Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang. Estimasi masjid per kecamatan didistribusikan proporsional dari total masjid kabupaten (1.396 unit) berdasarkan jumlah desa/kelurahan. 6 kecamatan lain di Lampung Selatan belum tercatat transaksi sama sekali — tingkat penetrasinya otomatis 0%.

KecamatanEst. MasjidTerpasangPenetrasiOmzetTrxRoll/MasjidWarnaSegmenChannel
Natar 202 24 11.88% Rp 169.380.000 27 0.80 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Jati Agung 163 15 9.2% Rp 136.200.000 15 0.98 Hijau Rekomendasi RO / Data Lama
Tanjung Bintang 124 14 11.29% Rp 124.190.000 18 1.02 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Kalianda 194 9 4.64% Rp 74.139.360 9 0.97 Merah Pengurus RO / Data Lama
Katibung 93 4 4.3% Rp 31.000.000 6 1.00 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Ketapang 132 2 1.52% Rp 29.960.000 6 1.95 Hijau Wakaf RO / Data Lama
Sidomulyo 124 4 3.23% Rp 29.650.000 5 0.76 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Penengahan 171 2 1.17% Rp 23.900.000 2 1.27 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Rajabasa 124 2 1.61% Rp 16.400.000 2 0.90 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Way Panji 31 1 3.23% Rp 11.500.000 2 1.30 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Bakauheni 39 1 2.56% Rp 5.700.000 2 0.76 Merah Wakaf Google Ads

Penetrasi terendah (dari kecamatan yang sudah tersentuh): Penengahan (1.17%), Ketapang (1.52%), Rajabasa (1.61%).

Pesawaran — 8 dari 11 kecamatan sudah tersentuh

3 kecamatan teratas (omzet): Gedong Tataan, Padang Cermin, Way Ratai. Estimasi masjid per kecamatan didistribusikan proporsional dari total masjid kabupaten (646 unit) berdasarkan jumlah desa/kelurahan. 3 kecamatan lain di Pesawaran belum tercatat transaksi sama sekali — tingkat penetrasinya otomatis 0%.

KecamatanEst. MasjidTerpasangPenetrasiOmzetTrxRoll/MasjidWarnaSegmenChannel
Gedong Tataan 118 11 9.32% Rp 109.410.000 11 1.03 Hijau Pengurus RO / Data Lama
Padang Cermin 68 4 5.88% Rp 31.015.000 4 0.80 Merah Pengurus Google Ads
Way Ratai 62 1 1.61% Rp 10.500.000 1 1.00 Hijau Pengurus Meta Ads
Teluk Pandan 62 1 1.61% Rp 7.000.000 1 0.67 Hijau Pengurus Google Ads
Tegineneng 99 1 1.01% Rp 7.000.000 1 1.00 Hijau Wakaf RO / Data Lama
Marga Punduh 62 2 3.23% Rp 6.000.000 2 0.40 Hijau Wakaf Meta Ads
Kedondong 75 2 2.67% Rp 5.800.000 2 0.33 Hijau Wakaf Google Ads
Way Lima 99 1 1.01% Rp 4.800.000 1 0.53 Hijau Pengurus RO / Data Lama

Penetrasi terendah (dari kecamatan yang sudah tersentuh): Tegineneng (1.01%), Way Lima (1.01%), Way Ratai (1.61%).

Keterbatasan data: ekstraksi kecamatan dilakukan otomatis dari teks alamat faktur (bukan dari database resmi), jadi mungkin ada kesalahan baca untuk alamat yang ditulis tidak lengkap atau ambigu antar-desa yang punya nama mirip di kecamatan berbeda. Estimasi jumlah masjid per kecamatan adalah distribusi proporsional dari total masjid kabupaten (populasi untuk Lampung Tengah, jumlah desa untuk Lampung Selatan & Pesawaran) — bukan hitungan riil per kecamatan, karena data resmi granularitas itu belum tersedia publik. Untuk keputusan lokasi seminar yang presisi, sebaiknya divalidasi manual dengan tim lapangan sebelum dieksekusi.
Bahkan di kecamatan "juara omzet", tingkat penetrasi masih rendah. Terbanggi Besar (Lampung Tengah) omzet tertinggi di kabupatennya tapi penetrasinya cuma ~2% dari estimasi masjid yang ada. Natar dan Tanjung Bintang (Lampung Selatan) adalah kecamatan dengan penetrasi tertinggi di 3 kabupaten ini (~11-12%) — masih jauh dari separuh, apalagi penuh. Artinya bahkan di titik-titik yang selama ini dianggap "sudah digarap", ruang tumbuhnya masih sangat besar sebelum tim perlu memikirkan ekspansi ke kecamatan yang lebih pinggiran.

5. Analisa Per Segmen & Channel

Segmen pembeli (Pengurus/Wakaf/Agen/dll) dan channel akuisisi mana yang paling efektif mendorong penjualan Ruwa Jurai.

SegmenVolumeOmzetTrx
Pengurus6.080 mRp 1.791.795.000214
Wakaf3.406 mRp 1.006.330.000149
Kantor2.272 mRp 596.418.00037
Rekomendasi1.878 mRp 551.190.00060
Agen592 mRp 173.570.00019
WIC508 mRp 148.495.00025
Donatur351 mRp 108.100.0007
Pribadi215 mRp 62.130.00016
ChannelVolumeOmzetTrx
RO / Data Lama6.175 mRp 1.771.026.000220
Google Ads1.646 mRp 476.482.00056
Meta Ads1.534 mRp 462.720.00056
Instagram Organik481 mRp 121.450.00010
Website294 mRp 100.600.0005
Facebook Organik161 mRp 53.830.0006
Kanvasing109 mRp 33.050.0003
Maps76 mRp 22.200.0005
Tiktok38 mRp 10.300.0002
Shopee26 mRp 7.639.3602
Pengurus masjid mendominasi (47% omzet) — sesuai profil bisnis B2B ke pengurus/DKM. RO/Data Lama (repeat order dari database existing) adalah channel #1, membuktikan kekuatan after-market/CRM. Namun Meta Ads dan Google Ads bersama menyumbang 25% omzet — jauh melampaui Kanvasing yang baru 0.9%. Untuk penetrasi kabupaten baru (bukan repeat order), kanvasing dan silaturahmi offline masih sangat under-utilized dibanding potensinya.

6. Analisa Per Warna & Motif

Preferensi warna (Hijau/Merah/Navy) dan motif (Polos/Bintik) Ruwa Jurai di pasar Lampung.

WarnaMotifVolOmzet
Hijau Polos 4.626 m Rp 1.356.241.000
Hijau Bintik 4.327 m Rp 1.221.044.360
Merah Bintik 2.315 m Rp 669.922.000
Merah Polos 1.524 m Rp 470.315.000
Navy Polos 170 m Rp 46.100.000
Navy Bintik 146 m Rp 43.300.000
Hijau mendominasi 68% dari total volume, konsisten dengan preferensi warna karpet masjid pada umumnya (identik nuansa Islami/alami). Kombinasi Hijau Polos adalah varian terlaris tunggal. Navy hanya terjual 316 m sepanjang 18 bulan — volume sangat kecil, sehingga perlu dievaluasi apakah tetap distok penuh di semua cabang atau dijadikan produk pre-order/indent untuk mengurangi beban modal kerja stok warna yang perputarannya lambat.

7. Analisa Per Cabang SM

Perbandingan kontribusi SM Pusat vs SM Karang — dua cabang yang secara operasional menaungi wilayah Lampung (cabang lain dikecualikan dari analisa ini).

CabangVolumeOmzetTrxCustAvg/Trx
SM Pusat 10.036 m Rp 2.925.896.360 309 252 Rp 9.468.920
SM Karang 3.072 m Rp 881.026.000 145 122 Rp 6.076.041
SM Pusat menguasai 77% omzet Lampung, wajar sebagai cabang induk dengan database RO terbesar. SM Karang di posisi kedua dengan avg/transaksi lebih rendah (Rp 6.076.041) — mengindikasikan basis pelanggan yang lebih retail/kecil dan berpotensi digarap lebih agresif dengan program bundling atau up-selling volume.

8. Sensitivitas Harga & Diskon

Tanpa Diskon

355 transaksi

Rata-rata Rp 8.081.190/transaksi · total Rp 2.868.822.360

Dengan Diskon

99 transaksi

Rata-rata Rp 9.475.758/transaksi · total Rp 938.100.000

Total Nilai Diskon

Rp 141.142.875

≈3.71% dari total omzet Lampung — ruang diskon masih sangat konservatif.

Transaksi berdiskon justru memiliki nilai rata-rata 1.2x lebih besar dari transaksi tanpa diskon — mengindikasikan diskon efektif mendorong pembelian volume besar (order masjid skala besar/agen), bukan sekadar potongan harga transaksi kecil. Dengan margin lokal Ruwa Jurai di kisaran 40–53%, masih ada ruang untuk diskon volume terukur guna mendorong closing di low-season Q3 tanpa merusak profitabilitas.

9. Top Agen & Reseller Segmen

10 nama dengan omzet tertinggi pada segmen "Agen" — kandidat prioritas untuk program kemitraan/reseller lebih formal.

NamaVolumeOmzetTrx
IBU ERNI107 mRp 37.450.0001
Agen Hantoro128 mRp 33.525.0004
Agen Santo90 mRp 22.500.0001
PAK HILMAN64 mRp 20.790.0003
BPK YUDHI PRASETYO62 mRp 17.360.0002
BPK SANTO27 mRp 9.450.0001
Bp Amir30 mRp 7.500.0001
Bapak Boby Apriadinata20 mRp 5.600.0001
AGEN FARUQ20 mRp 5.200.0001
PT KENDI PALLET / LAMPUNG SELATAN13 mRp 4.550.0001

10. Rekomendasi Strategis untuk Target Q3 2026

Target 1.000 roll (~30.000 m) berada 6.8x di atas rekor kuartal terbaik historis — pendekatan bisnis-as-usual tidak akan cukup. 4 inisiatif berikut dipecah menjadi 1 langkah struktural + 3 langkah penguat channel existing.

Prioritas 0 — Jalur Proyek Besar (wajib)

Cari 1–2 proyek institusional skala besar

Volume 30.000 m secara historis tidak pernah dicapai lewat penjualan ritel harian. Kejar peluang B2G/B2B: tender renovasi masjid pemerintah provinsi, program wakaf massal ormas besar, atau CSR korporasi untuk beberapa masjid sekaligus. Satu proyek besar (misal 5.000–10.000 m) bisa menutup gap yang tidak mungkin dikejar dari akumulasi transaksi Rp7–15 juta/transaksi seperti pola saat ini.

Prioritas 1 — Whitespace Masjid Terbesar

Lampung Timur & Lampung Tengah

Kedua kabupaten ini punya masjid terbanyak se-provinsi (1.525 & 1.822 unit) tapi penetrasi terendah/nyaris terendah (0.39% & 1.26%). Potensi absolut yang belum tergarap di sini lebih besar dari total masjid di banyak kabupaten lain digabung — prioritas tertinggi untuk kanvasing & silaturahmi kemasjidan.

Prioritas 2 — Promo Off-Season

Diskon volume terbatas waktu untuk Jul–Sep

Karena Q3 secara alami adalah lembah permintaan, replikasi pola diskon yang terbukti mendongkrak nilai transaksi (rata-rata 1.2x lebih besar). Targetkan ke segmen Pengurus & Kantor dengan skema "diskon renovasi non-Ramadan" agar tidak menunggu momentum tahunan.

Prioritas 3 — Aktivasi Wilayah Tipis

Tulang Bawang Barat & Kota Metro

Penetrasi terendah kedua dan ketiga (0,99% dan 1,69%), dengan channel dominan justru digital (Google Ads/Meta Ads) — artinya database RO di sini masih sangat tipis. Gunakan kemasjidan/Tribes community & kerjasama mitra lokal (poin strategi Tim Project) untuk entry awal, walau kontribusi volumenya kecil dibanding target keseluruhan.

Catatan validasi angka: perhitungan di atas menggunakan asumsi 1 roll = 30 meter (sesuai konfirmasi), sehingga target Q3 = 30.000 m. Mohon konfirmasi juga apakah target 1.000 roll ini murni untuk SM Pusat+Karang, atau termasuk kontribusi cabang lain (SM Jambi/Palembang/Tangerang/Padang) yang secara historis turut menjual Ruwa Jurai ke pelanggan Lampung — karena bila termasuk, base pembandingnya akan sedikit lebih tinggi dari angka di laporan ini.

11. Progress Penetrasi Lapangan (Update Manual)

Tabel ini bisa diisi & diedit langsung oleh tim lapangan. Data tersimpan otomatis di browser (localStorage) begitu ada perubahan — tidak perlu tombol simpan. Funnel: Dikunjungi → Dapat Kontak (Get Number) → Dekat/Intim (Intimate) → Prospek Siap Closing.

Kabupaten/Kota Jumlah Masjid Sudah Dikunjungi Get Number Intimate Prospek % Progress
TOTAL - - - - - -

Kolom "Jumlah Masjid" terisi otomatis dari estimasi di bagian 3 (bisa ditimpa manual kalau tim lapangan sudah punya angka riil). Data disimpan lokal di browser masing-masing perangkat — kalau perlu digabung antar-device/tim, gunakan tombol Export CSV lalu satukan manual.