4. Perilaku Pasar & Peta Prioritas Penetrasi per Kabupaten
Setiap kabupaten dipetakan berdasarkan potensi pasar (populasi, sumber: BPS/Databoks pertengahan 2024) vs intensitas penetrasi saat ini (omzet per 100 ribu penduduk) — untuk menentukan kabupaten mana yang paling layak masuk 7 titik penetrasi Q3 2026.
Basis Utama (Kota Jambi)
Perkuat & Perdalam
Prioritas Utama (Whitespace)
Ceruk Mapan
Prioritas Rendah
Metodologi masjid: data resmi jumlah masjid per kabupaten Jambi tidak tersedia publik saat laporan ini dibuat (situs SIMAS Kemenag & BPS Jambi memerlukan input manual per kabupaten yang tidak bisa ditarik otomatis). Estimasi di bawah memakai rasio 1,32 masjid per 1.000 penduduk — angka ini divalidasi dari 3 kabupaten Lampung yang datanya resmi (Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan) sebagai proxy lintas-provinsi. "Masjid terpasang" = jumlah customer unik yang sudah closing dalam data faktur 18 bulan ini.
Whitespace terbesar (basis masjid): Bungo, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Barat. Ketiganya punya estimasi masjid di atas median (493, 585, dan 437 unit) tapi tingkat penetrasi di bawah median — Bungo bahkan cuma 0,41% (2 dari ~493 masjid), Muaro Jambi 0,85%, Tanjung Jabung Barat 1,37%. Muaro Jambi paling menonjol karena estimasi masjidnya terbesar kedua se-Jambi (585 unit) namun baru 5 yang terpasang.
Sebaliknya, Merangin dan Tebo sudah masuk kuadran "Perkuat & Perdalam" — penetrasi sudah di atas median, model Meta Ads + segmen Pengurus terbukti bekerja di sana dan bisa direplikasi ke kabupaten whitespace. Kota Jambi tetap basis utama dengan penetrasi tertinggi (13,81%) — tapi ini pun masih jauh dari separuh, artinya bahkan di basis cabang sendiri ruang tumbuhnya masih besar.
Profil Perilaku per Kabupaten
Kota Jambi
BASIS UTAMA
847 unit (estimasi)Jumlah Masjid
117Masjid Terpasang
13.81%Tingkat Penetrasi
1.08 rollAvg Roll/Masjid
Rp 1.650.518.256Omzet
| Brand favorit | Ruwa Jurai (25%) |
| Segmen dominan | Pengurus (93%) |
| Channel dominan | Meta Ads (42%) |
| Mix karpet vs lainnya | 76% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-04-11 s.d. 2026-06-25 |
| UMK 2026 | Rp 3.868.963 (Di atas UMP) |
| Tingkat kemiskinan | 8.24% ▲ di atas rata-rata provinsi |
| Rata-rata/transaksi | Rp 10.251.666 |
Merangin
PERKUAT & PERDALAM
512 unit (estimasi)Jumlah Masjid
21Masjid Terpasang
4.1%Tingkat Penetrasi
1.51 rollAvg Roll/Masjid
Rp 535.250.995Omzet
| Brand favorit | Royal Padisah (50%) |
| Segmen dominan | Pengurus (86%) |
| Channel dominan | Meta Ads (42%) |
| Mix karpet vs lainnya | 93% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-02-28 s.d. 2026-06-17 |
| UMK 2026 | Rp 3.471.497 (UMP (belum tetapkan UMK)) |
| Tingkat kemiskinan | 8.9% ▲ di atas rata-rata provinsi |
| Rata-rata/transaksi | Rp 16.219.727 |
Sarolangun
CERUK MAPAN
405 unit (estimasi)Jumlah Masjid
8Masjid Terpasang
1.98%Tingkat Penetrasi
2.52 rollAvg Roll/Masjid
Rp 262.107.782Omzet
| Brand favorit | Siger (60%) |
| Segmen dominan | Pengurus (97%) |
| Channel dominan | Meta Ads (64%) |
| Mix karpet vs lainnya | 100% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-09-09 s.d. 2026-06-11 |
| UMK 2026 | Rp 3.533.562 (Di atas UMP) |
| Tingkat kemiskinan | 8.54% ▲ di atas rata-rata provinsi |
| Rata-rata/transaksi | Rp 23.827.980 |
Batanghari
CERUK MAPAN
409 unit (estimasi)Jumlah Masjid
12Masjid Terpasang
2.93%Tingkat Penetrasi
1.30 rollAvg Roll/Masjid
Rp 167.766.650Omzet
| Brand favorit | Al Aadil (56%) |
| Segmen dominan | Pengurus (80%) |
| Channel dominan | Meta Ads (71%) |
| Mix karpet vs lainnya | 100% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-02-04 s.d. 2026-06-19 |
| UMK 2026 | Rp 3.471.497 (UMP (belum tetapkan UMK)) |
| Tingkat kemiskinan | 9.45% ▲ di atas rata-rata provinsi |
| Rata-rata/transaksi | Rp 10.485.416 |
Tanjung Jabung Barat
PRIORITAS UTAMA
437 unit (estimasi)Jumlah Masjid
6Masjid Terpasang
1.37%Tingkat Penetrasi
2.10 rollAvg Roll/Masjid
Rp 92.730.000Omzet
| Brand favorit | Ruwa Jurai (88%) |
| Segmen dominan | Pengurus (100%) |
| Channel dominan | Meta Ads (97%) |
| Mix karpet vs lainnya | 99% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-12-19 s.d. 2026-06-10 |
| UMK 2026 | Rp 3.551.430 (Di atas UMP) |
| Tingkat kemiskinan | 9.79% ▲ di atas rata-rata provinsi |
| Rata-rata/transaksi | Rp 10.303.333 |
Muaro Jambi
PRIORITAS UTAMA
585 unit (estimasi)Jumlah Masjid
5Masjid Terpasang
0.85%Tingkat Penetrasi
0.91 rollAvg Roll/Masjid
Rp 81.005.000Omzet
| Brand favorit | Siger (50%) |
| Segmen dominan | Rekomendasi (79%) |
| Channel dominan | Meta Ads (14%) |
| Mix karpet vs lainnya | 93% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-12-15 s.d. 2026-06-29 |
| UMK 2026 | Rp 3.651.917 (Di atas UMP) |
| Tingkat kemiskinan | 4.43% |
| Rata-rata/transaksi | Rp 10.125.625 |
Tebo
PERKUAT & PERDALAM
479 unit (estimasi)Jumlah Masjid
8Masjid Terpasang
1.67%Tingkat Penetrasi
1.05 rollAvg Roll/Masjid
Rp 62.505.000Omzet
| Brand favorit | Ruwa Jurai (59%) |
| Segmen dominan | Pengurus (68%) |
| Channel dominan | Meta Ads (69%) |
| Mix karpet vs lainnya | 94% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-08-07 s.d. 2026-05-05 |
| UMK 2026 | Rp 3.471.497 (UMP (belum tetapkan UMK)) |
| Tingkat kemiskinan | 6.46% |
| Rata-rata/transaksi | Rp 4.808.077 |
Tanjung Jabung Timur
CERUK MAPAN
317 unit (estimasi)Jumlah Masjid
6Masjid Terpasang
1.89%Tingkat Penetrasi
0.87 rollAvg Roll/Masjid
Rp 35.550.000Omzet
| Brand favorit | Ruwa Jurai (66%) |
| Segmen dominan | Pengurus (58%) |
| Channel dominan | Meta Ads (71%) |
| Mix karpet vs lainnya | 99% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-12-17 s.d. 2026-04-29 |
| UMK 2026 | Rp 3.486.521 (Di atas UMP) |
| Tingkat kemiskinan | 10.85% ▲ di atas rata-rata provinsi |
| Rata-rata/transaksi | Rp 4.443.750 |
Bungo
PRIORITAS UTAMA
493 unit (estimasi)Jumlah Masjid
2Masjid Terpasang
0.41%Tingkat Penetrasi
1.29 rollAvg Roll/Masjid
Rp 12.950.000Omzet
| Brand favorit | Istanbul (52%) |
| Segmen dominan | Pengurus (52%) |
| Channel dominan | Kanvasing (52%) |
| Mix karpet vs lainnya | 100% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2026-01-29 s.d. 2026-01-31 |
| UMK 2026 | Rp 3.471.497 (UMP (belum tetapkan UMK)) |
| Tingkat kemiskinan | 5.29% |
| Rata-rata/transaksi | Rp 6.475.000 |
Kerinci
PRIORITAS RENDAH
353 unit (estimasi)Jumlah Masjid
1Masjid Terpasang
0.28%Tingkat Penetrasi
0.30 rollAvg Roll/Masjid
Rp 2.800.000Omzet
| Brand favorit | Ruwa Jurai (100%) |
| Segmen dominan | Pengurus (100%) |
| Channel dominan | Meta Ads (100%) |
| Mix karpet vs lainnya | 100% karpet |
| Transaksi pertama–terakhir | 2025-12-10 s.d. 2025-12-10 |
| UMK 2026 | Rp 3.471.497 (UMP (belum ada dewan pengupahan)) |
| Tingkat kemiskinan | 7.54% ▲ di atas rata-rata provinsi |
| Rata-rata/transaksi | Rp 2.800.000 |
Pola perilaku konsisten di semua kabupaten: segmen Pengurus masjid dan channel Meta Ads mendominasi hampir di semua titik (kecuali Bungo yang justru masuk lewat Kanvasing, dan Muaro Jambi yang didominasi segmen Rekomendasi). Karpet mengambil >90% mix belanja di semua kabupaten luar kota — cross-sell aksesoris (parfum/sajadah) yang jalan di Kota Jambi belum tersentuh sama sekali di kabupaten lain. Ini peluang tambahan average order value begitu titik penetrasi baru mulai closing rutin.
Ekonomi Daerah & Daya Beli per Kabupaten
UMK 2026 (Disnakertrans Jambi/SK Gubernur) dan tingkat kemiskinan 2023-2024 (BPS), disilangkan dengan tingkat penetrasi — untuk mengecek apakah whitespace Jambi soal daya beli atau murni belum digarap.
Hasilnya justru berkebalikan dari yang biasa diduga. Korelasi kemiskinan-vs-penetrasi di 9 kabupaten non-Kota Jambi malah positif sedang (≈0,54) — kabupaten lebih miskin cenderung sedikit lebih tinggi penetrasinya, dan UMK-vs-penetrasi negatif (≈-0,28). Ini kebalikan dari Lampung.
Artinya: Bungo (kemiskinan 5,29%, salah satu terendah se-Jambi) dan Muaro Jambi (4,43%, terendah kedua) — dua whitespace terbesar kita — justru berada di kabupaten dengan daya beli formal paling bagus di provinsi. Whitespace ini benar-benar murni soal belum tersentuh, bukan soal masyarakat tidak mampu beli — pendekatan kanvasing standar (bukan skema cicilan seperti di Lampung Timur/Tengah) seharusnya cukup efektif di sini.
Kalender Panen & Siklus Uang Masuk Petani
Ekonomi Jambi didominasi kelapa sawit dan karet (perkebunan rakyat di hampir semua kabupaten), ditambah kayu manis sebagai komoditas khas Kerinci (Indonesia produsen kayu manis nomor 1 dunia, sebagian besar dari Kerinci).
Berbeda dari Lampung, sawit & karet tidak punya "musim panen" yang tajam — dipanen/disadap tiap 10-15 hari sepanjang tahun. Tapi produksi sedikit lebih tinggi September-Desember (musim hujan mendorong pembuahan sawit), memberi sedikit tambahan uang tunai ke petani di Bungo, Tebo, Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat/Timur pada periode itu. Kayu manis Kerinci biasa dipanen kulit batangnya di musim kemarau (Juni-September) supaya lebih mudah dikupas dan dikeringkan.
Karena sawit/karet tidak setajam kopi/padi Lampung, siklus Ramadan kemungkinan tetap jadi pendorong utama di Jambi, bukan kalender panen. Tapi Sep-Des bisa jadi jendela tambahan untuk kanvasing di Bungo & Muaro Jambi — dua whitespace utama — karena bertepatan dengan sedikit kenaikan uang tunai dari sawit.